Senin, 31 Mei 2010

Knowledge and Business Strategy in Increasing Competitive Advantage Study of PT. Federal International Finance (case4)

YUDI PERMANA, 2003. Kajian Strategi Pengetahuan dan Bisnis dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing PT. Federal International Finance Cabang Bogor.
Di bawah bimbingan NAZIR HARJANTO dan ARIEF DARYANTO.

Pada saat ini, proses transformasi sedang berlangsung dengan pasti dari tatanan Ekonomi Lama ke tatanan Ekonomi Baru. Transformasi tersebut berupa penekanan pada kegiatan memproses sumber daya produksi yang berbasis fisik yaitu lahan, tenaga kerja dan modal kepada penekanan kegiatan memproses sumber daya yang berbasis pengetahuan.

Dalam kondisi pasar yang semakin hiperkompetitif, persaingan pasar berlangsung dengan memanfaatkan pengetahuan sebagai basis operasi (Daveni 1999). Oleh karena itu, kelangsungan keunggulan kompetitif (competitive advantage) suatu perusahaan akan sangat bergantung kepada kapasitas inovatif yang dimiliki perusahaan tersebut.

Lalu, kenapa pengetahuan menjadi penting dan apa peranan dalam perusahaan?. Dulu, perusahaan sudah merasa memiliki keunggulan kompetitif dengan mengandalkan lokasi bisnis yang strategis, memiliki sejumlah tenaga kerja dan kemudahan mendapatkan modal. Hal itu terjadi karena jumlah pesaing yang masih dapat dihitung dengan jari, tidak adanya pilihan bagi pelanggan dalam memilih produk/jasa dan kondisi bisnis yang relatif stabil. Akan tetapi, ketika kondisi tersebut berubah sebaliknya, maka perusahaan sudah harus berpikir bagaimana produk maupun jasa yang ditawarkan dapat diterima oleh pelanggan yang semakin pintar sehingga perusahaan tersebut dapat meraih pangsa pasar yang sudah semakin mengecil besarnya. Hal tersebut dapat dijawab apabila perusahaan mengemas produk dan jasa secara inovatif. Inovasi dalam produk dan jasa dapat dilakukan apabila perusahaan tersebut memiliki pengetahuan yang cukup. Pengetahuan tersebut dapat berupa pengetahuan tentang apa yang dibutuhkan pelanggan, jaringan pemasaran, jaringan pemasok, hal-hal yang akan dilakukan oleh para pesaingnya, dan identifikasi peluang-peluang yang ada. Apabila pengetahuan yang dimiliki dapat dikelola dengan baik dan efektif maka keunggulan kompetitif perusahaan dapat dicapai dengan mudah. Jadi, peranan pengetahuan pada perusahaan sangat penting dan dapat dijadikan faktor andalan utama dalam meraih keunggulan kompetitif.

Manfaat-manfaat yang diperoleh perusahaan dalam mengelola pengetahuan. antara lain: (1) waktu pembuatan produk lebih pendek, (2) menentukan keputusan lebih cepat, (3) memperbaiki hubungan dengan pelanggan, dan (4) menciptakan peluang lebih besar dalam berinovasi (Gartner 2000). Sedangkan The Knowledge Company (2001) menggarisbawahi manfaat pengetahuan bagi perusahaan menjadi empat macam yaitu perusahaan lebih responsif, inovatif, kompetitif, dan efisiensi.


Fokus tesis ini adalah mengkaji strategi knowledge (pengetahuan) yang dapat mendukung strategi bisnis. Kajian strategi knowledge (pengetahuan) dilakukan untuk membandingkan kondisi saat ini dengan apa yang diinginkan di masa mendatang dengan melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan baik internal maupun eksternal. Penentuan strategi knowledge (pengetahuan) harus sejalan dengan strategi bisnis dan dilakukan sebagai langkah awal apabila perusahaan berkeinginan untuk mengimplementasikan pengelolaan pengetahuan sehingga pengelolaan pengetahuan dapat berjalan dengan efektif dan efisien.


Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan baik yang berhubungan dengan pengetahuan maupun bisnis dan (2) Merumuskan beberapa alternatif strategi pengetahuan dan bisnis yang dapat diterapkan di PT. FIF dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan.


Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Langkah awal yang dilaksanakan adalah mempelajari visi dan misi perusahaan, kemudian mengkaji faktor-faktor internal-eksternal perusahaan baik dari sisi bisnis maupun knowledge (pengetahuan) dengan menggunakan sistem skoring. Skoring setiap faktor-faktor internal-eksternal perusahaan di dapat dari kuesioner yang disebarkan kepada pimpinan/staff PT. FIF yang dipilih (purposive).


Berdasarkan hasil analisa profil presaingan, terlihat bahwa perusahaan yang dianalisa yaitu PT FIF posisinya terletak paling tinggi dengan total skor sebesar 3.6786. Lalu diikuti oleh Adira, WOM, dan Para dengan total skor masing-masing 2.7991, 2.4442, dan 1.9353. Posisi tersebut diperoleh karena PT. FIF memiliki keunggulan di beberapa faktor seperti hubungan dengan dealer, proses layanan, dukungan teknologi informasi, pangsa pasar, dan modal kerja.


Berdasarkan hasil analisa matriks EFAS dan IFAS serta pemetaan pada matriks SWOT bisnis, diketahui bahwa posisi perusahaan terletak pada sel I yaitu ekspansi . Pada posisi ini, strategi bisnis umum adalah strategi strength-opportunities, memaksimalkan potensi kekuatan dalam meraih peluang yang ada.


Sedangkan dari sisi pengetahuan, hasil analisa peta knowledge (pengetahuan), menunjukkan bahwa PT. FIF memiliki kemampuan atau kompetensi lebih baik dibandingkan para pesaingnya yaitu dengan skor 3.9288. Lalu diikuti oleh Adira, WOM, dan paramulti dengan masing-masing skor adalah 2.7656, 2.9635, dan 1.6545. Jika direpresentasikan dalam peta knowledge (pengetahuan) maka posisi PT. FIF berada di atas rata-rata kemampuan ketiga pesaingnya yaitu 2.4612. Hal ini mengindikasikan bahwa posisi PT. FIF berada pada posisi Leader dalam memanfaatkan pengetahuan pada semua aktifitasnya.


Dilihat dari pemetaan SWOT Bisnis posisi PT. FIF berada pada strategi ekspansi. Dalam mendukung strategi ekspansi, berikut dijelaskan beberapa alternatif strategi bisnis yang dapat diterapkan: (1) Penetrasi Pasar; (2) Mempererat dan Memperluas Jaringan dengan Para Dealer; (3) Konsentrasi pada Penciptaan Nilai Tambah; (4) Membangun Kredibilitas Perusahaan; (5) Standarisasi Prosedur Kerja dan Tingkat Pelayanan di Seluruh Fungsi; (6) Meningkatkan Produktifitas Karyawan; (7) Membangun Brand Awareness.


Hasil analisa matriks SWOT knowledge (pengetahuan) menunjukkan bahwa upaya strategis yang perlu dilakukan adalah menciptakan iklim kondusif bagi proses integrasi dan kreasi pengetahuan. Upaya tersebut terdiri dari studi kelayakan bisnis pembiayaan alternatif, pengembangan sistem pengelolaan pengetahuan, membangun sistem CRM dan SCM, melakukan kajian perilaku pelanggan, membangun workflow secara elektronik, business intelligence, membangun intelectual property security awareness, rotasi perkerjaan secara berkala, dan memasukkan unsur keahlian ke dalam skema penggajian. Diharapkan upaya-upaya tersebut dapat menciptakan kondisi yang mendukung integrasi dan kreasi pengetahuan yang digunakan dalam proses penciptaan produk/jasa yang inovatif sehingga upaya tersebut secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan daya saing PT. FIF.


Kesimpulan hasil penelitian adalah strategi bisnis yang ada harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan intensitasnya karena strategi bisnis PT. FIF secara umum berada pada strategi ekspansi yaitu strategi menggunakan sumber daya yang dimiliki dalam merespons peluang yang ada.


Saran bagi PT. FIF adalah (1) Tetap mempererat jaringan dengan dealer yang ada sambil mencari dealer lain yang berpotensi; (2) Pengelolaan pengetahuan dapat dilakukan secara elektronik karena ditunjang oleh kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh PT. FIF.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar